KONSEP BIAYA
Di dalam semua bisnis akan terjadi
biaya (cost) dan biaya (expense). Biaya sebagai cost berbeda dengan expense.
Pengertian
Cost
Cost adalah semua biaya (kas atau
sejenisnya yang dikorbankan) untuk memperoleh atau memproduksi barang yang
dianggap akan memberi manfaat di waktu yang akan datang dan oleh sebab itu akan
dicantumkan dalam neraca.
Pengertian
Expense
Expense adalah pengeluaran untuk mendapatkan
pendapatan pada suatu periode tertentu yang dikurangkan pada pendapatan untuk
memperoleh laba.
Biaya dlm Akuntansi Keuangan:
Suatu
pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa.
Dalam Akuntansi Manajemen:
Biaya
(Cost) adalah kas atau setara kas
yang dikorbankan (dibayarkan) untuk barang atau jasa yang diharapkan memberikan
manfaat (pendapatan) pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.
Biaya
yang akan memberikan manfaat (benefit)
hanya pada periode berjalan (current
periode) biasanya dicatat sebagai beban.
Meskipun semua bisnis
memiliki biaya namun biaya tersebut akan berbeda jika jenis bisnisnya berbeda.
Jenis bisnis ada 3 yaitu :
1.
Manufaktur
Perusahaan yang
memproduksi bahan baku menjadi barang jadi
2.
Dagang
Perusahaan yang membeli
barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa proses lebih lanjut.
3.
Jasa
Perusahaan yang hanya
menyediakan jasa
MANFAAT INFORMASI BIAYA BAGI
MANAJER
- Penilaian Persediaan yakni untuk mengetahui biaya mana yang akan
dilekatkan (dibebankan) dalam persediaan perusahaan.
- Penentuan Laba Usaha yakni :
untuk mengetahui biaya mana saja yang akan dikurangkan dari pendapatan
dalam laporan laba rugi untuk menentukan laba usaha selama periode
tertentu.
- Perencanaan Keuangan yakni :
mengetahui perencanaan biaya masa depan dengan tujuan finansial yang
dikehendaki.
- Pengendalian Kegiatan Usaha yakni : Mengetahui informasi tentang
hasil biaya sesungguhnya dibandingkan dengan biaya yang dianggarkan.
- Pengambilan Keputusan yakni : untuk mengetahui keputusan apa yang
harus diambil dlm menghadapi berbagai alternatif tindakan yang berhubungan
dengan biaya
KLASIFIKASI BIAYA DALAM
PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Dalam
akuntansi manajemen terdapat banyak sekali istilah biaya dan biaya-biaya ini
diklasifikasikan secara berbeda sesuai dengan kebutuhan manajemen. Klasifikasi biaya biasanya tergantung tipe
organisasinya, miasalnya manufaktur, perdagangan, dan jasa. Mari terlebih
dahulu kita membahas biaya pada perusahaan manufaktur.
1. Biaya
produksi.
Kebanyakan perusahaan manufaktur membagi
biaya ke manufaktur ke dalam 3 kategori besar: biaya langsung, biaya tenaga
kerja, biaya overhead pabrik.
a.
Biaya
Langsung
Biaya langsung adalah bahan yang menjadi bagian tterpisahkan
dari produk jadi dadapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut.
b.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang
dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contoh, tukang kayu, tukang batu,
operator mesin.
c.
Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang tidak termasuk dalam
biaya langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Jenis biiaya ini misalnya
seperti biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya
pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak
property, penyusustan, asuransi fasilitas-fasilitas produksi.
2. Biaya Non
Produksi
Jenis biaya non produksi dipilah menjadi dua
yaitu:
a.
Biaya penjualan dan marketing
Biaya penjualan dan marketing termasuk semua biaya
yang diperlukan untuk menangani pesanan konsumen dan memperoleh produk atau
jasa untuk disampaikan kepada konsumen. Biaya marketing meliputi pengiklanan,
pengiriman, perjalanan dalam rangka penjualan, komisi penjualan, gaji dan
bagian penjualan, komisi penjualan, gaji untuk bagian penjualan, biaya gudang
produk jadi.
b.
Biaya Administrasi
Biaya administrasi meliputi eksekutif,
organisasional, dan klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi.
Contohnya adalah kompensasi eksekutif, akuntansi umum, secretariat, public relation,
dan biaya sejenisnya.
Biaya Periode Dan Biaya Produk
Pada perusahaan
manufaktur terdapat biaya periode dan biaya produk.
A.
Biaya
Periode
Adalah biaya yang
ditemukan sebagai lawan (pengurang) pendapatan pada periode tertentu. Semua
biaya biaya penjualan dan administrasi dalah merupakan biaya periode.
B. Biaya Produk
Adalah biaya yang terdiri dari semua biaya yang masuk dalam
pembelian atau pembuatan barang. Biaya produk terlihat melekat pada unit produk
yang dibeli atau dibuat.
Untuk membantu manajemen menganalisis biaya pabrikasi produknya, biaya
pabrikasi pada umumnya di bagi ke dalam tiga komponen, yakni :
- Bahan baku langsung
- Tenaga kerja langsung
- Overhead pabrikasi
Dalam
Perusahaan Pabrikasi (manufactured
products)
- Total Biaya :
Biaya Produk + Biaya periode
- Biaya produk :
Biaya bahan baku langsung + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead
pabrikasi.
- Biaya Periode
Biaya pemasaran/penjualan +
Biaya administratif dan umum
Biaya
Produk dan Biaya periode di Organisasi Bisnis
|
Jenis Perusahaan
|
Biaya Produk
|
Biaya Periode
|
|
Perusahaan
Jasa
|
Biaya
penyerahan Jasa
|
Beban
pemasaran
|
|
Perusahaan
dagang
|
Biaya
pembelian brg
Dagangan
dari pemasok
|
Beban
pemasaran
|
|
Beban
administratif
|
||
|
Perusahaan
pabrikasi.
|
Semua
biaya pabrikasi, termasuk bhn Baku langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrikasi.
|
Beban
pemasaran
|
|
Beban
administratif
|
KLASIFIKASI BIAYA DALAM PERUSAHAAN DAGANG.
Contoh :
Laporan Laba Rugi
PT. Lintas Media Nusantara
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2005
Pendapatan
penjualan ……………………………………………Rp. xxx.xxx
Biaya produk :
Persediaan barang dagangan, 1/1/2006 ….Rp.
xxx.xxx
Pembelian barang dagangan ………………Rp.
xxx.xxx (+)
Barang dagangan tersedia utk dijual
…….. Rp. xxx.xxx
Persediaan brg dagangan, 31/12/2006……Rp.
xxx.xxx (-)
Biaya pokok
penjualan ……………………………………………Rp. xxx.xxx
Laba kotor
………………………………………………………….Rp. xxx.xxx
Beban
Penjualan dan Administratif
Biaya
Periode :
Gaji …………………………………………. Rp. xxx.xxx
Komisi wiraniaga ………………………….. Rp. xxx.xxx
Sewa ……………………………………….. Rp. xxx.xxx
Periklanan …………………………………. Rp. xxx.xxx
Utilitas ………………………………………. Rp. xxx.xxx
Asuransi ……………………………………. Rp. xxx.xxx
Keperluan kantor ………………………….. Rp. xxx.xxx
(+)
Jml beban penjualan dan administratif
…. Rp.xxx.xxx
Laba Operasi
……………………………………………………. Rp.xxx.xxx
KLASIFIKASI BIAYA DALAM PERUSAHAAN JASA.
Ada dua pertimbangan akuntansi mendasar untuk perusahaan
jasa, yakni :
(1)
Biaya
tenaga kerja yang relatif tinggi
(2)
Tidak
adanya persediaan untuk dijual.
Biaya dalam perusahaan jasa dibagi menjadi biaya langsung
dan biaya tidak langsung.
Biaya langsung (direct cost)
adalah biaya yang dapat ditelusuri secara fisik ke produk
atau jasa tertentu, seperti gaji yang dibayarkan kepada para akuntan,
pengacara, dll.
Biaya
Tidak langsung (indirect cost)
adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri ke produk atau
jasa, seperti asuransi atau sewa kantor. Biaya tidak langsung biasanya
dikurangkan dari pendapatan dalam periode di mana biaya dipakai.
Laporan Laba
Rugi Perusahaan Jasa
PT Cahaya
Abadai
Laporan
Laba Rugi
31
Desember 2006
Pendapatan Jasa Konsultasi Rp. 18.000.000
Kompensasi dan Tunjangan Rp.
8.500.000
Sewa Kantor Rp.
1.200.000
Pelatihan dan Riset Rp. 900.000
Rekruitmen Karyawan Rp. 500.000
Asuransi Profesional Rp. 350.000
Lain-Lain Rp. 750.000
Jumlah Biaya Rp.
12. 100.000
Laba Operasi Rp. 7.900.000
KLASIFIKASI
BIAYA PADA LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang
dibuat untuk perusahaan manufaktur akan berbeda dengan perusahaan dagang.
Perusahaan manufaktur adalah organisasi yang lebih kompleks daripada perusahaan
dagang karena perusahaan manufaktur harus membuat barangnya sebelum menjualnya.
A.
Neraca
Perbedaan antara
perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang adalah ada pada akun persediaan.
Dalam perusahaan dagang di akun persediaan hanya ada barang dagangandari
supplier yang menuggu untuk dijual lagi ke konsumen. Sedangkan di perusahaan
manufaktur akun persediaan terdiri dari bahan baku, barang dalam proses dan
barang jadi.
|
Akun
Persediaan
|
||
|
|
Awal (Rp)
|
Akhir (Rp)
|
|
Bahan baku
|
60.000
|
50.000
|
|
Barang dalam proses
|
90.000
|
60.000
|
|
Barang jadi
|
125.000
|
175.000
|
|
Total persediaan
|
275.000
|
285.000
|
|
Akun Persediaan
|
||
|
|
Awal
(Rp)
|
Akhir
(Rp)
|
|
Persediaan
barang dagangan
|
150.000
|
100.000
|
B.
Laporan
Laba Rugi
Perbedaan yang antara
perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur ada pada perhitungan dari Cost of Good Sold (harga pokok
penjualan)
1.
Perusahaan
Dagang
CGS = persediaan awal +
pembelian – persediaan akhir
2.
Perusahaan
Manufaktur
CGS = persediaan awal
barang jadi + harga pokok produk – persediaan akhir barang jadi
Laporan Laba Rugi
Perusahaan Manufaktur
Penjualan 1.500.000
HPP
:
Persediaan barang jadi awal 125.000
Harga Pokok Produksi 850.000
Barang tersedia untuk dijual 975.000
Persediaan Barang jadi akhir 175.000 800.000
Laba
Kotor 700.000
Biaya-Biaya
:
Biaya Penjualan 250.000
Biaya Administrasi 300.000 550.000
Laba
Bersih 150.000
Laporan Laba Rugi
Perusahaan Dagang
Penjualan 1.500.000
HPP
:
Persediaan barang dagangan awal 125.000
Pembelian 850.000
Barang tersedia untuk dijual 975.000
Persediaan Barang dagangan akhir 175.000 800.000
Laba
Kotor 700.000
Biaya-Biaya
:
Biaya Penjualan 250.000
Biaya Administrasi 300.000 550.000
Laba
Bersih 150.000
KLASIFIKASI
BIAYA MENURUT PERILAKU BIAYA
Perilaku biaya
mempunyai maksud bahwa biaya akan bereaksi atau merespon untuk setiap perubahan
level atau jumlah dari aktivitas bisnis tersebut.
A.
Biaya
Variabel
Adalah biaya yang
jumlahnya akan berubah secara proporsional pada saat level atau jumlah dari
aktivitasnya berubah. Aktivitasnya berupa unit produk, unit terjual, jam kerja
dan lainnya. Contoh untuk biaya variable ini adalah biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung.
B.
Biaya
Tetap
Biaya yang selalu
konstan (tetap) jumlahnya pada saat terjadi perubahan aktivitas atau level.
Misal biaya sewa alat per bulan, biaya depresiasi, asuransi, pajak, gaji
administrasi dan biaya advertising.
KLASIFIKASI
BIAYA UNTUK PENENTUAN BIAYA PADA OBYEK BIAYA
Objek biaya adalah segala
sesuatu yang diinginkan data biayanya. Termasuk di dalamnya produk, line
produk, konsumen, jobs, dan lainnya.
A.
Biaya
langsung
Biaya yang dapat dengan
mudah ditelusuri jejaknya ke dalam bagian obyek biaya. Biaya bahan baku dan tenaga
kerja langsung adalah biaya yang masuk di dalamnya.
B.
Biaya
tidak langsung
Biaya yang tidak dapat
dengan mudah ditelusuri jejaknya pada suatu obyek biaya. Biaya manager pabrik
misalnya.
BIAYA UNTUK PERENCANAAN,
PENGENDALIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Untuk tujuan perencanaan dan pengendalian, biaya sering
kali digolongkan sebagai : biaya langsung dan tidak langsung, terkendalikan
dan tidak terkendalikan, bergabung dan bersama, dan berbagai golongan
lainnya.
Hubungan
Biaya dengan Obyek Biaya
Biaya sering dikategorikan dari segi hubungannya dengan
suatu obyek atau segmen operasi, yang sering disebut obyek biaya. Obyek biaya
dapat berupa produk, kawasan penjualan, pelang- gan, divisi, pabrik, departemen
atau suatu aktivitas.
Terdapat dua jenis obyek biaya : obyek
biaya antara dan obyek biaya
akhir. Obyek biaya antara (intermediate
cost object) adalah penghimpunan biaya yang dilaporkan yang lalu
dialokasikan kepada obyek biaya lainnya.
Obyek biaya Akhir (final
cost object), adalah titik penghimpunan
biaya di mana tidak dilakukan lagi alokasi biaya. Obyek biaya akhir yang palim
lazim adalah produk.
Biaya
Terkendalikan dan Biaya tidak Terkendalikan
Biaya
Terkendaliakan :
Suatu biaya dianggap sebagai biaya terkendalikan pada
jenjang manajemen tertentu manakala lapisan manajemen tersebut mempunyai
kekuasaan untuk mengotorisasi biaya tadi. Contoh biaya iklan surat kabar
menjadi biaya terkendalikan oleh manajer pemasaran apabila di mempunyai
kekuasaaan untuk mengotori sasi biaya dan jenis iklan surat kabar.
Biaya
tidak Terkendaliakan :
Biaya ini berada di luar kendali manajer karena di tidak
dapat mengotorisasinya. Misal biaya penyusutan mesin perlengkapan pabrik bagi
manajer pemasaran menjadi biaya tidak terkendalikan, karena manajer tsb tidak
mempunyai wewenang untuk mengotorisasi pemakain mesin pabrik.
Biaya
Bergabung dan Biaya Bersama
Biaya tidak langsung sering pula disebut biaya bersama
atau biaya bergabung. Biaya Bersama (Common
Cost) dikeluarkan untuk menyediakan manfaat kepada lebih dari satu aktivitas.
Biaya ini terjadi ketika dua produk, yang mungkin dihasilkan secara terpisah,
diproduksi bersama.
Biaya bergabung (joint
cost), diterapkan dalam situasi di mana bermacam-macam keluaran berasal
dari satu sumber. Contoh minyak mentah dapat diolah menjadi bermacam-macam
produk (misal solar, oli, premium dll).
Biaya
Relevan dan Biaya Tidak Relevan.
Dalam rangka untuk pengambilan keputusan, biaya relevan
harus memiliki manfaat yang paling tinggi. Agar supaya biaya disebut biaya
relevan, maka biaya tersebut :
- Harus berbeda pada waktu dilakukan
perbandingan pilihan keputusan. Apabila suatu biaya meningkat, menurun,
mun cul ataupun menghilang pada waktu suatu tindakan yang berbeda
dievaluasi, maka biaya tadi boleh disebut relevan.
- Harus bernilai kini atau masa yang akan
datang.
Biaya Tidak relevan (iirelevant
cost) adalah biaya yang tidak berubah untuk semua alternatif
KLASIFIKASI
BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Klasifikasi biaya yang digunakan dalam
pengambilan keputusan terdiri dari 3 yaitu :
a. Differensial
cost and revenue
Keputusan adalah
pemilihan dari beberapa alternative. Dalam bisnis setiap alternative mempunyai
biaya dan keuntungan tertentu yang bisa dibandingkan dengan biaya dan
keuntungan dari alternative lainnya.
Perbedaan biaya antara
satu dengan lainnya dari beberapa alternative disebut dengan differensial cost. Sedangkan perbedaan
pendapatan antara satu dengan lainnya dari beberapa laternatif pendapatan
disebut dengan different revenue.
Differensial cost biasa juga dikenal dengan istilah incremental cost. Secara teknis incremental cost hanya menyatakan
kenaikan cost dari satu alternative dengan alternative lainnya. Sedangkan
kebalikannya adalah decremental cost.
Misalnya penjualan produk akan mengarah ke retail atau langsung ke konsumen.
Berarti ada biaya dan pendapatan yang berbeda dari kedua alternative tersebut.
b. Opportunity
cost
Adalah keuntungan potensial
yang dikorbankan karena memilih satu altenatif diantara beberapa laternatif
lainnya. Biaya kesempatan ini tidak selalu muncul dalam catatan akuntansi pada
organisasi, namun biaya ini dengan sangat jelas harus dipertimbangkan dalam
pembuatan keputusan manajer.
c. Sunk
cost
Biaya yang telah muncul
(terjadi) dan tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat sekarang atau di
masa depan.
Missal perusahaan telah
membayar Rp.50.000,- untuk mesin khusus. Maka sejak saat itu biaya pasti akan
muncul yaitu biaya depresiasi yang timbul karena keputusan berinvestasi pada
mesin khusus tersebut. Biaya depresiasi ini disebut dengan biaya tenggelam (sunk cost)
Daftar Pustaka :
1. Ray H. Garrison & Eric W. Noreen, Managerial Accounting, Eight Edition, Irwin,1997
2. Mulyadi, Akuntansi
Biaya, Edisi Lima, UGM tahun1999
3. Mulyadi, Akuntansi
Manajemen, konsep, manfaat dan rekayasa, edisi 2 UGM tahun 1997
4. Darsono Prawironegoro, Akuntansi
Manajemen, Diadit Media, Jakarta, November 2005
5. Kamaruddin Ahmad, Akuntansi
Manajemen, edisi revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, tahun 2005